Sabtu, 19 Juni 2010

Perbandingan Prevalensi Status Gizi Balita Menggunakan Baku Rujukan
WHO-NCHS dan WHO 2005

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah gizi di Indonesia masih merupakan masalah nasional. Kelompok usia yang rentan masalah gizi antara lain usia balita: bayi (usia kurang 1 tahun) anak usia 1 sampai kurang 2 tahun (baduta) anak pra-sekolah usia 2 sampai kurang 6 tahun. Masalah gizi tersebut dapat diketahui dengan melakukan penilaian. Penilaian status gizi secara langsung dapat di bagi menjadi empat penilaian yaitu antropometri, klinis, biokimia, dan biofisik.
Indikator ukuran antropometri digunakan sebagai kriteria utama untuk menilai kecukupan asupan gizi dan pertumbuhan bayi dan balita Penggunaannya adalah untuk sebaran status gizi (prevalensi berdasarkan usia, jenis kelamin, status sosial dll), menentukan prioritas intervensi gizi dan evaluasi hasil intervensi Pada penilaian status gizi balita indeks antropometri yang sering digunakan adalah BB/U, TB/U, dan BB/TB.
Data yang telah didapatkan dari hasil pemeriksaan antropometri kemudian dapat di analisa dengan menggunakan baku rujukan, diantaranya yaitu 2 buku rujukan yang telah dikenal, yakni Buku Rujukan WHO NCHS dan WHO 2005.
lebih lanjutnya, klik disini

1 komentar:

top1hit4m 21 Juni 2010 07.20  

HAsil perbandingannya mana ? Tuliskan komentar utama disini. Lampirannya boleh dilapirkan untuk didownload oleh Pembaca, OK

Posting Komentar